Jumat, 05 Juni 2009

okay... God has a better plan for me !

Hm...
setelah gue menanti-nanti tanggal 1 juni 2009...
ternyata Allah punya jalan lain buat gue...
walaupun rada kecewa sih...
but it's ok !

so, now i must ready for my story !
ganbatte !
yang ini harus bisa !

Rabu, 27 Mei 2009

hmm... I WILL !!!

Hmm...
bentar gy... 1 JUNI 2009 !
pray pray pray hope hope hope
gue pasti lolos AFS
AMIIIINNN !!

Sabtu, 23 Mei 2009


Kangen sama Miqdad, Nabilah...
good luck my daddy...
we always wish u in Bangka...

keep fight for two projects !

Hmm... (kekny w nulis di awalin sama ni kata muluu... deh)
gue lagi menjalankan dua misi.
pertama, gue ikut lomba penulisan cerpen islami...
hadiahnya lumayan deh... tapi deadlinenya 19 juni !
50 halaman lagi... sedangkan gue baru 16, semoga aja kekejar ! keep fighting ! chaio !
misi kedua, gue diajakin sabil, dkk. buat buku...
semoga aja semua lancar...
amiin...

lanjutann cerpen amatiraann...

“mana temen lo kok lama banget sih.. gue udah laper niii”

“iyya iyya bentar lagi kok !.......... ituuu ituu dia ! Hirooo !! di sini !” oke ! sepertinya Hani kenal dengan nama itu. Hani mencoba mengingatnya. Dan ternyata Hiro itu adalah adiknya Herroz teman dia sewaktu SMP dahulu. Semoga dia ke sini nggak bareng kakaknya !

“owh ini temen lo…! ini sih adeknya si playboy cap biawak !”

“hahhaa ini mah kakak ipar gue !” Hani langsung memelototinya.

“udah saling kenal ya ? maksud kakak ipar , siapa yang jadi kakak ipar ?

“Ra.. Hani ini kakak ipar gu..”

“apaan sih bohong ! awas lo ngomong lagi ! siapa juga yang mau jadi ipar lo ! “

“udah-udah nggak usah berantem ! Hani katanya lo laper mau ke restoran padang ! “

“haah ?!! jadi pada mau ke padang ?!! iih gue bosen ! baru aja tadi sebelum berangkat ke sini makan rendang ! jangan deh ! ke restoran sushi aja !”

“iihh!! Lo tu sama ngeselinnya sama kakak lo ! gue kan lagi pengen rendang !!! gue udah bosen sama sushiii !!!”

“lo yang aneh ! orang baru nyampe jepang bukannya dikasih makanan jepang malah dikasih padang ! gue kan cuma seminggu di sini ! pokoknya gue mau sushi “

“udah-udah berantem lagi ! Hani gini aja deh.. dia kan cuma seminggu di sini kasian ni adek ipar lo, besok gue temenin deh lo makan padang okkee ??!!”

“iyya iyya dehh… gue ngalah !” Hani merengut

“gitu dong kakak iparkyuu makasih yaa” Hiro menjawab dengan gaya imutnya yang bikin Hani ‘eneg’.

“ngapain lo manggil gue kakak ! umur kita aja sama !”

“tapi kan lo mau nikah sama kakak gue !”

“ssssttt !!! diem nggak ! sekali lagi lo ngomong kayak gitu ! awas aja lo !!” Hani memelototinya

“duuh galak banget sih ipar gue !”

“Shara kalo ini bukan temen lo ! gue udah bunuh dari tadi !”

“jangan gitu donk nii… dia kan juga calon pacar gue ! ya nggak say ??!” Shara melirik genit pada Hiro. Hiro hanya tertawa. Hani mendelik geli.

Akhirnya Hani terpaksa makan sushi lagi bosen banget rasanya ! padahal dari kemarin ia sudah menginginkan rendang.

“ehm sorry.. boleh gabung nggak ??” Owh shit ! kok ada dia siih disini ???? padahal tadi kan Hiro datang sendiri !

“Surprise buat kakak ipar gue !! ayo roz gabung aja kan biar lengkap.. double date deeh” Hiro mengajak kakaknya untuk duduk di kursi sebelah Hani dan bikin tambah Hani ‘eneg’

“sorry gue ke kamar mandi dulu ya” Hani bangkit dari tempat duduknya.

“heeh cewek ! jangan kabur lagi kayak waktu dulu ya ! kasian tu kakak gue !” Hani membalas Hiro dengan tatapan sinis. Hani berniat untuk kabur lagi tapi ketika ia keluar dari restoran itu kepala ia terasa berat dan ….BRUKK !! ia menabrak seseorang dan semuanya menjadi gelap.

***********************

Hani masih berusaha membuka matanya.

“bagaimana keadaanmu ?” seorang laki-laki jepang menyelamatkannya dan membawanya ke rumah sakit. Ia berusaha untuk duduk tapi tidak bisa. Kepalanya terasa pening.

“oh ya aku baik-baik saja,terima kasih sudah menyelamatkanku” tidak sia-sia Hani berada di Jepang selama 4 bulan. Ia bisa berbicara dalam bahasa Jepang

“Tadi ada yang menelfon ke hp kamu dan aku memberitahukan bahwa kamu ada di rumah sakit ini, kamu orang Indonesia ?”

“iya, boleh ku tahu apa kata dokter ?”

“ apa kamu sebelumnya sudah mempunyai penyakit ini ?”

“hah ? sebelumnya aku tidak pernah mempunyai penyakit, memang aku punya penyakit apa ?”

“mungkin ini berat bagimu, apa kamu benar ingin tahu ?”

“iya ! , ada apa denganku ?”

“kamu mempunyai penyakit…… kanker otak..” bagai disambar petir, Hani tak percaya itu,ia masih belum bisa menerima. Seketika itu Hani hanya terdiam membayangkan hidupnya.

“Hai, kamu baik-baik saja ?”orang jepang itu menggerak-gerakkan tangannya pada wajah Hani. Hani segera tersadar.

“Oh ya ! siapa namamu ?”

“Kaito, kamu ?”

“ Hani”

CKLEK …

“Hani ! lo nggak apa-apa kan ?!!” tiba-tiba Shara,Hiro dan Herroz masuk.

“nggak apa kok Shar cuma kecapean aja, untung ada dia yang nyelamatin gue” Hani memanggil Kaito dan membisikkan sesuatu, ia tidak ingin Kaito memberi tahu penyakitnya pada teman-temannya. Herroz memandang syirik kepada Kaito, ia cemburu melihat Hani dan Kaito berbisikkan.

“heii heii ! baru ketemu aja udah bisik-bisikan ! kasian tu kakak gue”tiba-tiba Hiro menyahut. Hani memandang sinis ke Hiro.

“Apa sih lo ! ikut campur aja !”Hani ingin duduk , tapi tiba-tiba kepala ia terasa pusing lagi.

“ aduuh…” Hani memegangi kepalanya.

“ kamu nggak apa-apa kan ? , sebaiknya kamu jangan banyak gerak dulu” Kaito langsung memegang tangan Hani membantunya untuk tiduran lagi.

“oh ya , terima kasih, Shar kenalan dulu donk sama temen gue yang baru” Shara mengulurkan tangan pada Kaito.

“Shara”

“Kaito “

“terimakasih kamu sudah menyelamatkan temanku”

“oh ya sama-sama, baiklah Hani aku harus pergi dulu , teman-temanmu semua sudah di sini kan..”

“ ya ! Thx ya ! oh ya nomor Hp kamu berapa” mereka pun bertukar nomor Hp.

“jangan lupa jaga kesehatan kamu ya. Bye..” Kaito pun pergi dengan tatapan tidak suka Herroz. Ia lalu memilih untuk keluar dari kamar Hani dan duduk di koridor rumah sakit.

“ya ampuun Hanii ! lo beruntung banget ya ! pingsan di tolong orang cakep kayak Kaito ! “ Hani hanya tertawa

“jangan sembarang ngomong ah ! kan ada calon pacar lo ! hahaha” Hani tertawa lagi melihat tatapan Hiro yang mendelik. Hani puas karena sudah membalas ledekannya pada Hiro.

“oh ya kakak lo mana Ro ?”

“tau. Kayanya di luar deh ! muak ngeliat lo sama Kaito” Hani langsung melotot. Tiba-tiba Hani teringat penyakitnya itu lagi.

Ia tidak ingin berada di rumah sakit lama-lama. Karena Ia tidak bisa tidur jika berada di tempat asing seperti ini.

Hari menjelang sore, Shara pulang karena ia harus mengerjakan tugas dari dosennya. Hani memaksa Hiro untuk menemaninya di rumah sakit tapi Hiro tidak ingin menemani musuh besarnya. Karena Hiro dan Hani tidak pernah bisa akur dan ia ingin menghabiskan waktu liburnya untuk berkeliling di negeri sakura ini. Sedangkan Herroz , ia tidak ingin meminta Herroz menemaninya karena sikap Herroz sedari tadi sangat dingin dan dari tadi Hani tidak melihatnya di kamar ini, bahkan ia tidak mengatakan apa-apa pada Hani dan pergi keluar begitu saja. Terpaksa Hani sendiri.

Ketika semua sudah pergi Hani berniat untuk bicara dengan dokter mengenai penyakitnya. Ia ingin segera kembali ke losmennya.Herroz yang baru saja membeli makanan dan ingin masuk ke kamar Hani mengikuti Hani yang berjalan menuju ruang dokter.

Tok-Tok..

“Silahkan masuk”

“Sore dok..”

“sore.. oh kamu sudah baikan kok sudah jalan-jalan”

“lumayan baik dok.., tapi dok penyakit saya sudah seberapa parah ya dok..”

“penyakit kamu sudah agak parah, memang kamu tidak pernah cek lagi ke dokter ?”

“Maaf dok, sebelumnya saya bahkan tidak tahu kalau saya mengidap penyakit ini”

“oh maaf, jadi kamu sebelumnya tidak tahu ?”

“iya dok..”

“Apa kamu sudah memberitahukan ini pada orang tuamu ?”

Hani menggeleng.

“Tidak dok.. saya tidak ingin mereka mengkhawatirkan saya”

“kamu memang anak yang baik, tapi apakah kamu bisa bertahan tanpa bantuan mereka ?? bagaimana dengan uang untuk berobat kamu apalagi kamu sedang berada di negeri orang bukan negaramu”

“saya akan berusaha sebaik mungkin dok, untuk bisa bertahan” dokter itu tersenyum.

“lalu apa yang kamu rasakan sebelumnya, apa kegiatanmu sehari-hari”

“memang sih dok sebelumnya saya sering sakit kepala dan saya kira itu hanya sakit kepala biasa saja, dan rambut saya sering rontok, saya kira itu hanya penyebab stress”

“oh.. ya sudah cepat kembali ke kamarmu , ini sudah waktunya untuk minum obat dan makan, nanti susternya sudah datang ke kamarmu, kamunya tidak ada”

“tapi dok .. kapan saya bisa pulang ?”

“nanti kita bicarakan ya…, kamu makan saja dahulu”

“ya sudah terima kasih dok..” Hani melangkah keluar ruang dokter. Tapi tiba-tiba kepalanya mendadak pening dan ia hampir saja jatuh jika saja Herroz tidak menangkap tubuhya, Hani takut jika Herroz mendengar pembicaraannya dengan dokter tadi.

“ngapain lo di sini ?! gue bisa jalan sendiri !” Hani berubah menjadi sewot ketika melihat Herroz di situ. Dan baru saja ia berjalan beberapa langkah ia hampir jatuh lagi dan Herroz kembali menangkapnya dan menggendongnya. Itu membuat Hani semakin berdebar-debar.

“lepassiiinn nggaakk ! gue nggak suka di gotong kayak gini !” Hani meronta-ronta mencoba lepas dari Herroz.

“Han… ayo donk minum obat.. gimana mau sembuh kalo kayak gini..”

Hani tetap diam.

“Sorry dehh yang tadi… habisnya lo ngotot mau jalan sendiri, padahal kan tubuh lo lagi lemah…”

“gampang banget lo minta maaf ! untung aja pacar lo nggak disini ! bisa diputusin lo !”

“Ehm.. sorry hann… gue mau jujur sama lo.., sebenarnya gue nggak pernah punya pacar…, itu Cuma akal-akalan gue aja, gue pengen liat lo cemburu apa nggak sama gue… tadinya habis itu gue mau nembak lo…

Tapi ternyata lo-nya malah marah terus sama gue…, sorry deeehh dan waktu kita lost kontak, itu karena hp gue disita, eh pas gue hubungin lo lagi lonya juga tambah marah sama gue” Hani terkejut, ia benar-benar tidak menyangka. Wajahnya dan wajah Herroz pun menjadi merah.

***************************

Hani terbangun, Ia tidak menyadari kapan ia tertidur, dilihatnya Herroz tertidur di pinggir tempat tidurnya. Hani tersenyum ia sangat senang Herroz berada disini.Cklek.. pintu kamar Hani terbuka, ternyata Kaito, ia menenteng plastik dan tersenyum pada Hani.

“kamu pingsan selama 2 hari” Hani tidak menyangka. Kaito pun segera membangunkan Herroz.

“Herroz, bangun … makan dulu” Hani heran, sejak kapan mereka akrab ?. Herroz terbangun dan langsung memeluk Hani.

“ Hani ! kamu udah bangun ??! kamu nggak apa-apa kan ?!” Hani tambah bingung sekaligus senang karena Herroz mengkhawatirkannya. Herroz pun segera menggerak-gerakkan tubuh Hani karena Hani hanya diam, mata Herroz berkaca-kaca. Hani tersenyum, ia sudah sangat senang karena keinginannya selama ini untuk bersama Herroz dan mendapatkan kasih sayang dari Herroz sudah terwujud maka dari itu, kini ia bisa tidur dengan tenang untuk selamanya.

THE END

Pagi yang cerah.

Matahari sudah meninggi dan menyebarkan kemilau panasnya.Hari ini hari yang panas bagi murid-murid kelas XI IPA 2 SMA Madaline karena mereka harus berolahraga di pagi hari yang lumayan panas ini. Selesai berolahraga anak-anak pun siap menyerbu kantin.

Seorang cewek tengah melahap baksonya dengan sangat rakus, seakan ia sedang melampiaskan rasa kesalnya.

“HANIIIIIII !!!! bagi donk baksonya ! sendirian aja makannya !”

Tapi Hani sedang tidak ingin diganggu dan tetap melahap baksonya,sedaapp.

“Hani lo nggak marah kan sama gue ?? gue nggak tahu kalau tu cowok brengsek, sorry yaa..” Hani menyeruput es tehnya.

“itu bukan salah lo kok.. jangan ngomongin dia sekarang deh”

“oh oke oke, syukur deh lo nggak marah sama gue”

“ya udah ya’ gue mau ganti baju, lo mau ikut nggak ?”

“lo duluan deh, gue masih mau makan bakso sama Rifa”

Hani pun pergi menuju rest room .

************

Diary Hani...

Dear diary…

Gue tau ternyata itu semua HANYA buat MAININ gue untuk KESENANGAN dia ?!!!

OH MY GOD !! ternyata juga ada orang setega itu memainkan perasaan cewek dengan enaknya dan enggak sadar apa yang telah diperbuatnya !.

SAKIT ! gue digituin! Coba lo JADI GUE!!!!!

“HANIII !!” sontak ia menutup buku hariannya.

“Duuhh bisa lebih gedean lagi nggak suaranya !”

“Sorry dehh, tapi gue kangen sama Hani yang dulu, yang selalu ceria dan buat gue ketawa terus,masa’ cuma karena seorang cowok.Hani temen deket gue bisa berubah siih ?” Hani pun langsung tersenyum dan memeluk sahabatnya itu.

“ hahhaa iya lo bener fa , Fia mana ? “

“ dia lagi ngurusin anak ekskulnya, em.. sekarang lo harus janji ke gue , lo jangan mikirin dia lagi ya..”

“huwh.. itu semua butuh waktu fa.. dia emang beda dari semua cowok yang gue kenal, gue sayang sama dia. Tapi kenapa dia… ?!” mata Hani berkaca-kaca ia tak sanggup melanjutkan kata-katanya.

“iyaa.. gue tau nii.. sekarang lo harus lupain itu semua, untung lo belum jadi pacarnya kan..” Rifa mengusap-usap punggung sahabatnya itu.

“iya.. belum jadi pacar aja udah nyakitin hati gue.. , Thanks ya fa.. tapi lo bantuin gue lupain dia okkey ?!” wajah Hani yang ceria sudah kembali.

“Okkey doonk” Rifa pun tersenyum senang karena sahabatnya yang dulu sudah kembali.

***********

“Hani cepat sayang…”

“iya maaaaaa… lagian ngapain Hani ikut sih… ?! pasti nanti juga yang ada ibu-ibu sama bapak-bapak doang !”

“udaahh, ayo cepat naik mobil !” Hari ini teman ayahnya menikah dan Hani harus ikut. Padahal ia tidak suka pergi ke acara pernikahan. Karena yang ada pasti hanya orang tua semua.

Untungnya makanan di acara ini makanan jepang kesukaan Hani dan ia tidak akan menyia-nyiakannya,ketika ia baru ingin mengambil piring. Tangannya di tarik oleh sang mama.

“Hani ke sini ikut mama sebentar “

“mau ngapain sih maa…”

Hani tahu gelagat mamanya, pasti ia mau dikenalkan pada teman mamanya, tapi… sepertinya ia kenal sosok yang akan di hampiri mamanya itu..OMG !!!!!!! kayaknya gue kenal sama sosok itu… perempuan di sebelahnya ngapain juga senyum ke gue ?? makin lama makin dekat… enggak mungkin !! gue mesti ngabur sekarang juga !

“Ma ! lepasin tangan Hani nggak !”

“kamu ini ! memangnya mau kemana ??”

“Hani mau ke WC udah nggak tahan niiihhh !!!!!!!”

Hani pun berhasil meninggalkan tempat itu dan berniat untuk bersembunyi di dalam WC.

Tiit… tiit…

Hani lama banget di km

Cepet ke tmpat ma2 yg td ya

Mamanya memintanya untuk segera ke sana lagi. Ia segera mematikan Hpnya dan berniat kabur naik angkot. Ketika melewati pintu gerbang. Tiba-tiba ada yang memanggilnya.

Duuh… berat banget sih cobaan gue ! ternyata Pak Somad supirnya yang memanggil.

“Non Hani mau kemana ? tadi dicariin ibu”

“oh.. iya iya hani cuma mau cari angin keluar sebentar”

Pak Somad mengangguk-ngangguk nggak jelas. Dan akhirnya dia bisa kabur dari Pak Somad. Baru berjalan dua langkah, ada yang memanggilnya lagi.

“Hani !”

Owh shit ! kayaknya gue kenal sama ni suara

“gue tau pasti lo nggak mau ketemu sama gue !” tangan Hani di tariknya.

“Lepassiiinn ! ngapain sih lo ikut campur ?!” Hani tetap tidak ingin menoleh.

“ini urusan kita ! “

“maksud lo ??!! ini kan urusan gue sama nyokap gue ! gue males aja di dalam !”

“bukan ! kita mau di jodohin…”

OMG ! duuhhh… !! cobaan apa lagi ini ??!! koq bisa sih mama kenal sama dia ?!!!

“bokap lo temennya bokap gue” Herroz menjawab seakan ia bisa membaca pikirannya.

“gue tau lo pasti nggak mau , tapi kita coba aja sandiwara ini, biar bonyok seneng “

Herroz pun pergi dan Hani terpaksa melakukan sandiwara itu. Sebenarnya Hani belum bisa menerima ini, di jodohin sama cowok brengsek seperti Herroz adalah mimpi terburuknya.Baru 3 bulan Hani bisa melupakannya, tiba-tiba dia muncul di hadapan Hani . setahu Hani bukannya dia sudah mempunyai pacar ?, tapi kenapa dia masih bisa nerima untuk di jodohin. Dari jauh Hani melihat wajah mamanya berbinar karena Ia ke tempat ini bersama Herroz .

“Hani ! kemana aja sih kamu … Hp dimatiin !” Hani menjawab dengan muka terjeleknya.

“Nak Herroz kok bisa bareng sama Hani ? sudah saling kenal ?”

“nggak kok tante tadi ketemu di depan untung saya tau wajahnya Hani”

“oh… bagus deh udah kenalan ?”

“uda..” “bel..” Hani dan Herroz beradu mulut.

Ngapain sih dia ngaku belum ?! padahal dia yang selama ini ngebuat gue selalu murung dan mama nggak pernah tahu kalau penyebabnya adalah dia !

“yang bener udah apa belum nih ?” Hani pun langsung menjawab, sebelum Herroz bicara

“udaahh maaa !” masih dengan tampang terjeleknya.

“ketus banget sih anak mama… nggak boleh gitu dong… kalo gitu Hani kenalan dulu sama tante Rina mamanya Herroz”

“Hai Hani… tadi udah ngobrol-ngobrol sama Herroz ?”

“uda..” “bel..” lagi-lagi barengan,Hani memasang tampang sinisnya pada Herroz

“yang bener yang mana niih..”

“belum kok ma, tadi Cuma kenalan” Herroz menjawab dengan cepat

“ya udah… tante sama mama tinggal dulu ya” duuuhhhh siaaaaaaaaaalll ! mending gue makan deh! Hani pun langsung menuju meja yang penuh makanan. Tapi Herroz mengikutinya.

“gue tau lo pasti marah sama gue kan ?!” Hani masih diam

“Hani… jawab gue pliiss…”

“emang apa ya salah lo sampai lo kira gue marah ?!”

“gue tau gue salah… maka dari itu gue mau minta maaf…”

Telat !! baru bilang maaf sekarang ! kemana aja lo 3 bulan ini ?!!! “udah gue maafin kok dari pertama kali lost kontak sama gue !!” Hani menjawab sambil mengambil beberapa jenis sushi. Tidak memedulikan keberadaan Herroz.

“bohong lo pasti belum maafin gue kan ??”

“gue bilang udah ya udah !”

“gue tau lo masih marah sama gue… maafin gue Hani..”

“ehm sebelum itu gue mau Tanya ! lo nyadar lo salah baru hari ini ya ?!!”

“enggak Hani… gue nyadar dari dulu… sebenarnya gue mau minta maaf sama lo… tapi kalo langsung gini kan lebih enak minta maafnya” mana ada maling yang mau ngaku !bilang aja lo sibuk sama mainan lo yang sekarang !

“okkee.. gue tau lo masih belum bisa maafin gue.., tapi kalo lo udah mau nerima gue jadi sahabat lo lagi.. hubungin gue ya..” Rasanya Hani ingin menangis. Apa gunanya gue kalo lo dah punya pacar ?! pasti dia nggak inget gue sama dia pernah taruhan nggak boleh pacaran..

Hani pun segera beranjak dari tempat itu, tapi..

“oh ya.. gue kalah taruhan sama lo, karena sekarang gue punya pacar,gue siap terima hukuman dari lo” tess… air mata Hani keluar begitu saja,untungnya Hani membelakangi Herroz.

“makan tu hukuman lo sendiri !” Hani pun langsung beranjak pergi.

**************

“HEII HANII !!!!” Fia dan Rifa menghampirinya.

“Duuuhh !!! nggak usah keras – keras ! lama – lama gue bisa budek beneran niihh !”

“ya sorry deeh… tapi lo tu lemes banget ! kenapa sih ??”

“ntar deh gue cerita gue mau makan dulu ke kantin !”

Hani memang selalu melampiaskan perasaanya pada makanan.

“gue mau beli kebab ! daaaaaaaahhh !” Hani pun langsung beranjak menuju kantin.

Dan Hani menceritakan apa yang terjadi kemarin sama dua sahabatnya itu.

“haahh !! keren doonkk !!”

“jidat lw lebar ! siapa juga yang mau di jodohin sama playboy kaya dia !

“tapi kan dia udah minta maaf ni..”

“heehh lo fikir deh kalo dia nyadar kenapa dia baru minta maaf sekarang ?!!”

“nyari waktu yang tepat kali nii..”

“3 bulan ?!! Cuma buat nyari waktu yang tepat.. alasannya nggak sesimple itu ! emangnya gue bisa di bohongin ?!!!”

******************

TEEEEEEEETTT !!

Bel pulang sekolah berbunyi

“HANIIII !!!”

“duuh apaan sih ?! kan gue dah bilang jangan keras – keras!”

“iyyaa iyyaa itu nggak penting sekarang yang penting ada yang jemput lo tuh di depan !!!!!!!!”

“kenapa siih ! pak somad doank !!” tapi Fia hanya senyum – senyum nggak jelas. Suka kali ya sama pak somad !

Hahahahaha…

Hani mencari-cari mobilnya itu, tapi ia tidak menemukannya.

“Hanii , semoga lo nggak keberatan gue jemput lo..”

Duuhhh mampus gue ! kok dia bisa tau sekolahan gue siihh !!

Yang menjemput Hani ternyata Herroz.

“tadi gue habis main ke rumah lo nganterin pesenan bwt nyokap lo dari bokap gue, terus kata nyokap lo gue suruh jemput lo, nggak apa kan ?”

“gue mau naik angkot aja deh !”

“ya udah kalo itu mau lo, tapi gue tetep ngikutin angkot yang lo naikin, gue harus tanggung jawab atas lo karena gue yang jemput lo”

“ya ya terserah lo deh !” Hani segera menyetop angkot yang lewat dan mobil Herroz mengikuti di belakangnya.

“kiri bang !” Hani merogoh kantongnya untuk mengambil uang Tapi.. ternyata ia baru ingat kalau tadi ia habis mentraktir dua sahabatnya itu. Jadi gue harus gimana niih ?! masa’ gue kabur ? gue nggak mau masuk penjara Cuma gara-gara nggak bayar angkot ! mati gue !

“Bang…” baru saja Hani hendak memohon pada abang angkot,

“Hani sini gue yang bayar” Dari belakang terulur tangan Herroz memberi dua lembar ribuan untuk abang angkot. huuh untung aja.. gue nggak jadi dipenjara dehh.Hani pun langsung berjalan memasuki portal komplek perumahannya.

Ketika ia berniat memanggil ojek..

“Hani lo mau bayar pake apaan ?! udah naik mobil aja”

“gue mau bayar pas di rumah !” Tampang Hani berubah menjadi sinis.

“udah sekarang naik mobil aja ! daripada ntar lo dimarahin sama nyokap karena nggak pulang bareng gue” dan tangan Hani ditariknya untuk naik ke mobil.

******************

“Maaaaaaa !!!”

“kenapa sih anak mama ??”

“mama enak banget sih ngejodohin Hani tanpa persetujuan Hani !!! emangnya sekarang jamannya siti nurbaya !”

“Hani… kan mama sekalian menyambung erat persahabatan mama sama teman mama, lagian Herroz anak baik-baik kok , keturunan Jerman lagi Negara kesukaan kamu ! siapa tahu ntar kamu di ajak kesana “

“Bodo’ ! mau di ajak ke sana kek ! mau di apain kek ! pokoknya Hani nggak bakal mauuu !!!!” Hani langsung menuju ke kamarnya, baik-baik apaan !! playboy gitu ! mana mau gue nikah sama playboy !.

*********************

Waktu berlalu sangat cepat. Sampai akhirnya Hani harus berpisah sama kedua sahabatnya itu Fia dan Rifa. Hani dapat beasiswa ke Jepang.. sementara Rifa di UI dan Fia dapat beasiswa ke Inggris. Hani sediih banget harus berpisah sama mereka , sudah 6 tahun mereka bersama. Sejak kelas 1 SMP. Hari ini Fia dan Rifa mengantar sahabatnya Hani di Airport untuk berkelana ke Negara yang terletak di Asia timur itu.

“Fa , ya’ jangan lupain gue yaa… hu.. hu…” Hani sudah mulai menangis.

“nggak bakal lah nii.. hu..” Fia sudah sesenggukan

“jaga diri lo baik-baik ya di sana , harus tetep kontak-ontakan sama kita.. walaupun sekarang kita semua beda Negara..”

“iyyaaa hik.. hik..” Hani bener-bener nggak kuat. Apalagi sama mamanya..

“ma.. maafin Hani ya…”

“iyyaa yang rajin ya di sana..” Hani hanya mengangguk tak sanggup berkata lagi.

“nggak pamitan sama Herroz ?” Hani memandang Herroz dengan tatapan sinis, sepertinya Herroz adalah orang yang paling senang dirinya pergi.

“tadi udah kok ma !” Hani menyahut cepat

“ya udah semua Hani pergi dulu ya.. hik.. hik..”

Hani beranjak ke boarding pass meninggalkan semua..

*************

Ternyata Jepang nggak jauh indahnya sama Negara Jerman yang Hani suka itu. Hani berjalan di tengah-tengah rindangnya bunga sakura yang bermekaran. Bertebaran. Di tengah suasana hangatnya kota yang hiruk pikuk menyambut musim semi. Ada yang berjalan bersama keluarganya untuk menikmati keindahan sakura , ada juga yang datang dengan pasangannya masing-masing menikmati suasana kota ini. Tidak terasa Hani sudah berada di sini selama 4 bulan , Hani kangen sama mama, sama Rifa dan Fia . Tapi syukurlah mereka semua baik-baik saja.

I can feel , I can feel you near me

Even though you far away

I can feel , I can feel you baby , why

Hp Hani berbunyi.

“Halo”

“halo Hani mau nggak lo ntar malam nemenin gue jemput teman gue yang dari Indo ?”

“owh ya udah sekalian gue lagi pengen banget makan rendang oke !” Shara adalah teman Hani yang menjadi pengganti Rifa dan Fia selama ia berada di negeri sakura itu.

BERSAMBUNG....

**********************