“mana temen lo kok lama banget sih.. gue udah laper niii”
“iyya iyya bentar lagi kok !.......... ituuu ituu dia ! Hirooo !! di sini !” oke ! sepertinya Hani kenal dengan nama itu. Hani mencoba mengingatnya. Dan ternyata Hiro itu adalah adiknya Herroz teman dia sewaktu SMP dahulu. Semoga dia ke sini nggak bareng kakaknya !
“owh ini temen lo…! ini sih adeknya si playboy cap biawak !”
“hahhaa ini mah kakak ipar gue !” Hani langsung memelototinya.
“udah saling kenal ya ? maksud kakak ipar , siapa yang jadi kakak ipar ?
“Ra.. Hani ini kakak ipar gu..”
“apaan sih bohong ! awas lo ngomong lagi ! siapa juga yang mau jadi ipar lo ! “
“udah-udah nggak usah berantem ! Hani katanya lo laper mau ke restoran
“haah ?!! jadi pada mau ke
“iihh!! Lo tu sama ngeselinnya sama kakak lo ! gue
“lo yang aneh ! orang baru nyampe jepang bukannya dikasih makanan jepang malah dikasih
“udah-udah berantem lagi ! Hani gini aja deh.. dia
“iyya iyya dehh… gue ngalah !” Hani merengut
“gitu dong kakak iparkyuu makasih yaa” Hiro menjawab dengan
“ngapain lo manggil gue kakak ! umur kita aja sama !”
“tapi
“ssssttt !!! diem nggak ! sekali lagi lo ngomong kayak gitu ! awas aja lo !!” Hani memelototinya
“duuh galak banget sih ipar gue !”
“Shara kalo ini bukan temen lo ! gue udah bunuh dari tadi !”
“jangan gitu donk nii… dia
Akhirnya Hani terpaksa makan sushi lagi bosen banget rasanya ! padahal dari kemarin ia sudah menginginkan rendang.
“ehm sorry.. boleh gabung nggak ??” Owh shit ! kok ada dia siih disini ???? padahal tadi
“Surprise buat kakak ipar gue !! ayo roz gabung aja
“sorry gue ke kamar mandi dulu ya” Hani bangkit dari tempat duduknya.
“heeh cewek ! jangan kabur lagi kayak waktu dulu ya ! kasian tu kakak gue !” Hani membalas Hiro dengan tatapan sinis. Hani berniat untuk kabur lagi tapi ketika ia keluar dari restoran itu kepala ia terasa berat dan ….BRUKK !! ia menabrak seseorang dan semuanya menjadi gelap.
***********************
Hani masih berusaha membuka matanya.
“bagaimana keadaanmu ?” seorang laki-laki jepang menyelamatkannya dan membawanya ke rumah sakit. Ia berusaha untuk duduk tapi tidak bisa. Kepalanya terasa pening.
“oh ya aku baik-baik saja,terima kasih sudah menyelamatkanku” tidak sia-sia Hani berada di Jepang selama 4 bulan. Ia bisa berbicara dalam bahasa Jepang
“Tadi ada yang menelfon ke hp kamu dan aku memberitahukan bahwa kamu ada di rumah sakit ini, kamu orang
“iya, boleh ku tahu apa kata dokter ?”
“ apa kamu sebelumnya sudah mempunyai penyakit ini ?”
“hah ? sebelumnya aku tidak pernah mempunyai penyakit, memang aku punya penyakit apa ?”
“mungkin ini berat bagimu, apa kamu benar ingin tahu ?”
“iya ! , ada apa denganku ?”
“kamu mempunyai penyakit…… kanker otak..” bagai disambar petir, Hani tak percaya itu,ia masih belum bisa menerima. Seketika itu Hani hanya terdiam membayangkan hidupnya.
“Hai, kamu baik-baik saja ?”orang jepang itu menggerak-gerakkan tangannya pada wajah Hani. Hani segera tersadar.
“Oh ya ! siapa namamu ?”
“Kaito, kamu ?”
“ Hani”
CKLEK …
“Hani ! lo nggak apa-apa
“nggak apa kok Shar cuma kecapean aja, untung ada dia yang nyelamatin gue” Hani memanggil Kaito dan membisikkan sesuatu, ia tidak ingin Kaito memberi tahu penyakitnya pada teman-temannya. Herroz memandang syirik kepada Kaito, ia cemburu melihat Hani dan Kaito berbisikkan.
“heii heii ! baru ketemu aja udah bisik-bisikan ! kasian tu kakak gue”tiba-tiba Hiro menyahut. Hani memandang sinis ke Hiro.
“Apa sih lo ! ikut campur aja !”Hani ingin duduk , tapi tiba-tiba kepala ia terasa pusing lagi.
“ aduuh…” Hani memegangi kepalanya.
“ kamu nggak apa-apa
“oh ya , terima kasih, Shar kenalan dulu donk sama temen gue yang baru” Shara mengulurkan tangan pada Kaito.
“Shara”
“Kaito “
“terimakasih kamu sudah menyelamatkan temanku”
“oh ya sama-sama, baiklah Hani aku harus pergi dulu , teman-temanmu semua sudah di sini
“ ya ! Thx ya ! oh ya nomor Hp kamu berapa” mereka pun bertukar nomor Hp.
“jangan lupa jaga kesehatan kamu ya. Bye..” Kaito pun pergi dengan tatapan tidak suka Herroz. Ia lalu memilih untuk keluar dari kamar Hani dan duduk di koridor rumah sakit.
“ya ampuun Hanii ! lo beruntung banget ya ! pingsan di tolong orang cakep kayak Kaito ! “ Hani hanya tertawa
“jangan sembarang ngomong ah ! kan ada calon pacar lo ! hahaha” Hani tertawa lagi melihat tatapan Hiro yang mendelik. Hani puas karena sudah membalas ledekannya pada Hiro.
“oh ya kakak lo mana Ro ?”
“tau. Kayanya di luar deh ! muak ngeliat lo sama Kaito” Hani langsung melotot. Tiba-tiba Hani teringat penyakitnya itu lagi.
Ia tidak ingin berada di rumah sakit lama-lama. Karena Ia tidak bisa tidur jika berada di tempat asing seperti ini.
Hari menjelang sore, Shara pulang karena ia harus mengerjakan tugas dari dosennya. Hani memaksa Hiro untuk menemaninya di rumah sakit tapi Hiro tidak ingin menemani musuh besarnya. Karena Hiro dan Hani tidak pernah bisa akur dan ia ingin menghabiskan waktu liburnya untuk berkeliling di negeri sakura ini. Sedangkan Herroz , ia tidak ingin meminta Herroz menemaninya karena sikap Herroz sedari tadi sangat dingin dan dari tadi Hani tidak melihatnya di kamar ini, bahkan ia tidak mengatakan apa-apa pada Hani dan pergi keluar begitu saja. Terpaksa Hani sendiri.
Ketika semua sudah pergi Hani berniat untuk bicara dengan dokter mengenai penyakitnya. Ia ingin segera kembali ke losmennya.Herroz yang baru saja membeli makanan dan ingin masuk ke kamar Hani mengikuti Hani yang berjalan menuju ruang dokter.
Tok-Tok..
“Silahkan masuk”
“Sore dok..”
“sore.. oh kamu sudah baikan kok sudah jalan-jalan”
“lumayan baik dok.., tapi dok penyakit saya sudah seberapa parah ya dok..”
“penyakit kamu sudah agak parah, memang kamu tidak pernah cek lagi ke dokter ?”
“Maaf dok, sebelumnya saya bahkan tidak tahu kalau saya mengidap penyakit ini”
“oh maaf, jadi kamu sebelumnya tidak tahu ?”
“iya dok..”
“Apa kamu sudah memberitahukan ini pada orang tuamu ?”
Hani menggeleng.
“Tidak dok.. saya tidak ingin mereka mengkhawatirkan saya”
“kamu memang anak yang baik, tapi apakah kamu bisa bertahan tanpa bantuan mereka ?? bagaimana dengan uang untuk berobat kamu apalagi kamu sedang berada di negeri orang bukan negaramu”
“saya akan berusaha sebaik mungkin dok, untuk bisa bertahan” dokter itu tersenyum.
“lalu apa yang kamu rasakan sebelumnya, apa kegiatanmu sehari-hari”
“memang sih dok sebelumnya saya sering sakit kepala dan saya kira itu hanya sakit kepala biasa saja, dan rambut saya sering rontok, saya kira itu hanya penyebab stress”
“oh.. ya sudah cepat kembali ke kamarmu , ini sudah waktunya untuk minum obat dan makan, nanti susternya sudah datang ke kamarmu, kamunya tidak ada”
“tapi dok .. kapan saya bisa pulang ?”
“nanti kita bicarakan ya…, kamu makan saja dahulu”
“ya sudah terima kasih dok..” Hani melangkah keluar ruang dokter. Tapi tiba-tiba kepalanya mendadak pening dan ia hampir saja jatuh jika saja Herroz tidak menangkap tubuhya, Hani takut jika Herroz mendengar pembicaraannya dengan dokter tadi.
“ngapain lo di sini ?! gue bisa jalan sendiri !” Hani berubah menjadi sewot ketika melihat Herroz di situ. Dan baru saja ia berjalan beberapa langkah ia hampir jatuh lagi dan Herroz kembali menangkapnya dan menggendongnya. Itu membuat Hani semakin berdebar-debar.
“lepassiiinn nggaakk ! gue nggak suka di gotong kayak gini !” Hani meronta-ronta mencoba lepas dari Herroz.
“Han… ayo donk minum obat.. gimana mau sembuh kalo kayak gini..”
Hani tetap diam.
“Sorry dehh yang tadi… habisnya lo ngotot mau jalan sendiri, padahal kan tubuh lo lagi lemah…”
“gampang banget lo minta maaf ! untung aja pacar lo nggak disini ! bisa diputusin lo !”
“Ehm.. sorry hann… gue mau jujur sama lo.., sebenarnya gue nggak pernah punya pacar…, itu Cuma akal-akalan gue aja, gue pengen liat lo cemburu apa nggak sama gue… tadinya habis itu gue mau nembak lo…
Tapi ternyata lo-nya malah marah terus sama gue…, sorry deeehh dan waktu kita lost kontak, itu karena hp gue disita, eh pas gue hubungin lo lagi lonya juga tambah marah sama gue” Hani terkejut, ia benar-benar tidak menyangka. Wajahnya dan wajah Herroz pun menjadi merah.
***************************
Hani terbangun, Ia tidak menyadari kapan ia tertidur, dilihatnya Herroz tertidur di pinggir tempat tidurnya. Hani tersenyum ia sangat senang Herroz berada disini.Cklek.. pintu kamar Hani terbuka, ternyata Kaito, ia menenteng plastik dan tersenyum pada Hani.
“kamu pingsan selama 2 hari” Hani tidak menyangka. Kaito pun segera membangunkan Herroz.
“Herroz, bangun … makan dulu” Hani heran, sejak kapan mereka akrab ?. Herroz terbangun dan langsung memeluk Hani.
“ Hani ! kamu udah bangun ??! kamu nggak apa-apa kan ?!” Hani tambah bingung sekaligus senang karena Herroz mengkhawatirkannya. Herroz pun segera menggerak-gerakkan tubuh Hani karena Hani hanya diam, mata Herroz berkaca-kaca. Hani tersenyum, ia sudah sangat senang karena keinginannya selama ini untuk bersama Herroz dan mendapatkan kasih sayang dari Herroz sudah terwujud maka dari itu, kini ia bisa tidur dengan tenang untuk selamanya.
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar